Ditelantarkan Ibunya Selama 4 Tahun, Saat Dipertemukan Anak Ini Memberi “Hadiah Tak Terduga” yang Membuat Seluruh Penonton Menangis!

Dalam kehidupan seorang anak tentu yang ia butuhkan adalah kasih sayang kedua orangtuanya. Namun nyatanya tak semua orang mendapatkan hal teresbut. Bagi beberapa anak yang tak beruntung hal tersebut adalah impian sederhana hidupnya. Seperti seorang anak yang datang ke sebuah acara di china ini.

Wang Shuyin seorang gadis cilik berusia 9 tahun, dia mengatakan ia merasa seperti seorang anakyang dibuang keluarganya. Anak ini datang kesebuah panggung impian untuk mencari ibu kandungnya. Sang ibu bekerja di kota Zheijiang, dan selama 4 tahun lamanya ia sudah tak bertemu dengan ibunya.
Shuyin datang dengan menggenggam sebuah boneka, ia mengungkapkan jika boneka tersebut adalah boneka yang ibunya berikan saat dirinya berumur 5 tahun. Rok boneka tersebut robek oleh sang adik, namun ia menjahitnya agar rapi kembali. Di usianya yang masih anak-anak ia sudah bisa menjahit sendiri. Boneka barbie tersebut ia beri nama Wang Xiaoli. Shuyin hanya ingin boneka tersebut menjadi ibu kecilnya.
Saat sang MC bertanya ‘apakah kamu yakin kalau aku jadi ibumu, kan aku hanya sebuah boneka mainan saja’ sambil menggerak gerakan boneka tersebut. Tak terduga Shuyin menjawab
“karena dalam 4 tahun ini rasa kasih sayang dan kerinduan Shuyin pada ibu terus bertambah, saya sering menangis karena rindu ketiadaan ibu yang meninggalkan aku. Namun, aku harus menjaga adik – adik yang masih kecil dan yang selama ini dibantu kakek dan nenek biarpun aku di tinggal oleh ibu, tapi aku percaya kalau ibu akan kembali.”
Sang ayah baru pulang saat imlek, namun hanya 3 atau 4 hari saja. Namun anehnya setiap ayah pulang, ia tidak bertanya pada anak atau orang tuanya keadaan dan keberadaan istrinya. Namun Shuyin tetap menunggu selama 4 tahun tanpa seorang ibu, sedangkan perkataan dari kakek dan nenek Shuyin ini waktu di mulan maret yang lalu ternyata membuat kecemasan Shuyin semakin khawatir. Sang nenek mengatakan jika bahwa ibunya beberapa kali pulang namun saat itu Shuyin selalu berada di rumah bibinya. Namun setiap hari itu datang ibuya tak pernah mencari atau sengaja pergi ke rumah bibinya.
Shuyin sudah menabung uang yang di berikan oleh kakek dan nenek untuk mencari ibunya. Hasil tabungan selama ini sudah mencapai 400 yuan, tapi ia menyembunyikan karena takut di ambil neneknya. Karena sbelumnya sudah terjadi 2x saat ketahuan uangnya selalu di ambil nenek.
Dalam acara tersebut sang ibu dibujuk agar datang dan bertemu anaknya namun sebelumnya keduanya tak bisa saling bertemu karena salah satu yakni ibunya tak mau. Oleh karena itu di kesempatan tersebut Shunyi mengatakan beberapa hal seperti ia menjadi murid yang baik dengan kertas ujian bernilai 95 ia memperlihatkan di studio.
“aku setiap hari rajin belajar untuk bisa mendapatkan hasil yang bagus dan aku juga akan menjaga keluarga baik adik,kakek, dan nenek.
Di bagian ini, sang ibu di persilahkan untuk melihat bagaimana keseharian anaknya dari mulai mengurus adiknya, memasak, menghibur saat adiknya menangis hingga menmani sang adik tertidur.Shuyin merasa hidupnya begitu berat dan ia tak tau harus melakukan apa. Seandainya ada ibu yang selalu ada di samping anak –anak ini pasti jauh lebih baik dari yang sebelumnya.
Sang ibu mengungkap jika ia merasa bersalah kepada mereka dan ia harus berminta maaf kepada mereka semua bahwa dirinya telah melupakan dan meninggalkan dengan begitu saja.
Bahkan saat di sekolah sang ibu tak mengetahui jika anaknya memilih untuk tak punya teman dibandingkan harus punya teman namun mereka mengejeknya lantaran ia dibilang tak punya ayah dan ibu. Karena sangat merasa bersalah sang ibu menangis, namun belum bisa bertemu dengan anaknya. Di bagian akhir, Shuyin memberikan sebuah hadiah pada sang ibu, hadiah tersebut ada di dalam sebuah tas kecil. MC acara tersebut memberikan pada ibunya, saat dibuka itu adalah uang yang ia tabung selama 4 tahun, uang itu pemberian neneknya untuk makan pagi. Selama 4 tahun Shuyin tak makan atau jajan di sekolah. Ternyata uang ibu ingin ia berikan pada ibunya agar sang ibu bisa membeli tiket pulang dan menemuinya. Setelah itu ibunya menangis penuh penyesalan dan akhirnya mereka dipertemukan. Keduanya berpelukan seolah tak akan terpisahkan lagi..