6. JAJANAN
Chiki Ball & Friends, Jagoan Neon,
Cokelat Payung, Sugus, Anak Mas, Permen Karet Yosan, Choki-Choki,
Indomie, Mie Sakura adalah jajanan wajib. Pemakan Chiki-chiki biasanya
hanya punya satu tujuan utama, yakni… *jeng jeeeeng* “TAZOS”, sejenis
kartu yang mainnya dengan cara dilempar ke dinding atau dipukul dengan
tangan sampai memar!.
7. BACAAN
Biasanya
anak-anak menengah keatas bacaannya majalah Bobo, kalau anak-anak biasa
paling suka mantengin gerobak Abang-abang jualan didepan pagar sekolah,
apalagi kalau bukan beli komik Petruk-Gareng mahakarya ‘oppung’ Tatang S
yang harga 500an. Judulnya aja ngeri-ngeri cihuyyy: “Di Kerjain Janda”,
“Menantu Palsu”, “Azab Pocong Perjaka”, dll.
8. GAME
Bukan
game yang sering dimainin bocah di warnet, atau yang didownload anak
gahoel di Playstore. Yang bikin ente beken itu kalau udah punya “Gembot”
yang makainya sampai tonjok-tonjokan sama adek sendiri dulu. Tersedia
versi sewanya, mainnya ‘wajib’ jongkok, terus kalau waktunya udah abis
talinya ditarik sama abang-abang kamfret.
Kalau yang
cewek juga paling suka maen “Bongkar Pasang”, berbi-berbian dari kertas
yang bisa ditukar-tukar bajunya, tiga kali maen lepas dah kepalanya :’)
Yang
seru itu kalau udah main “petak umpet”, “kelereng”, “patel lele”, “bola
debok”, “Main adu layangan” yang kalau putus wajib dikejar sampai
mampus karena menyangkut harga diri. Yang agak mewah dikit kayak “Ludo”
sama “ular tangga” atau “Kapal-kapalan” yang bunyinya ‘Tek tek tek’
terus cuman muter-muter di ember. Dan semua aktivitas ini hanya bisa
dihentikan oleh alam, bencana alam lebih tepatnya, berupa teriakan
panggilan emak yang sampai 3 rumah tangga di jam-jam maghrib.
9. RADIO
“Mekummm
(bentuk alay dari “Assalamualaikum”), minta lagu ‘ST 12’ yang ‘Aku
masih sayang’ spesial buat si Gadis Desa di villa asmara, aku selalu
merindukanmu cayang… *kemudian gorok leher sendiri* *sumpah ini bukan
ane, ane hanya saksi hidup*
Kirim pesan di radio yang
isinya dari oppung yang punya oppung dan oppungnya lagi sampai generasi
ke-3 adalah kebanggaan setiap makhluk nestapa 90an.
10. BINDER
Ituloh
buku klip harga 15000an, yang isinya kertas warna-warni yang
dipotong-potong, terus dikumpulin buat jadi koleksi. Tiap jam istirahat,
usaha buat tukeran sama teman. Modus yang paling sering itu kalau
kertasnya agak tebal dikit, atau motifnya agak okean ditukar dengan 2-4
binder polos biasa.
Terus isinya dibikin biodata
temen-temen satu kelas dengan sandi absurd: “Mikes” aka Minuman
Kesukaan, “Makes” aka Makanan Kesukaan, sama lebihan foto raport.
11. STYLE
Kegaholan
remaja sekarang diuji dengan behel 200rb-an digigi dan hape android KW
dewa yang kalau kepelanting gak bisa hidup lagi, atau juga hotpants yang
sulit dibedakan itu celana apa kolor Agung Herkules *maap Bang*.
Style
anak 90an diuji dengan rambut belah tengah ala Demi Moore, yang cewek
dengan gaya rambut “Bondol”. Terus celana kargo Alien workshop atau
nggak celana mambo yang lebar gombrang?, Sepatu Dokmart (sepatu bot
berbrand Dokter Martin yang banyak KW-nya di Pasar Bawah dan area kodim
keatas). Kasta tertinggi anak SD 90an adalah sepatu La-Gear yang kalau
diinjak nyala lampunya satu set sama Tas Alpina. Awwww…
Dan masih buanyaaaak lagiii…
Kalau
ente-ente yang TUA-TUA ingat semua kenangan indah itu, berarti masa
kecil ente terselamatkan. Anak-anak 90an adalah anak-anak paling jujur
sebagai “anak-anak” dan berbahagia dari semua generasi, Trust Me! *it
works .
Silahkan share atau bagikan artikel ini ke teman teman kamu
[Penulis: Christine Mamora (via Facebook)]